Berita

Lomba GRSSI-B se-Bali

Senin, 21 Agustus 2017 || Oleh : Administrator


Salah satu program pemerintah khususnya di bidang kesehatan Ibu dan Bayi adalah pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu dan Bayi di Rumah Sakit atau GRSSI-B yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan khususnya ibu hamil/ibu bersalin/ibu nifas melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta penurunan angka kematian bayi baru lahir.Berkaitan dengan hal tersebut pada hari senin, 21 Agustus 2017 Tim Penilai GRSSI-B provinsi Bali  melakukan penilaian ke Rsud Kab Klungkung sebagai salah satudari sembilan (9) RSUD Kabupaten/ Kota yang ada di Bali . Kedatangan Tim penilai disambut oleh Sekda Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra didampingi staf ahli dan Kepala OPD dilingkungan Pemda Klungkung serta Direktur dan seluruh jajaran RSUD Kab.Klungkung ,diawali dengan menyerahkan Buket Bunga serta pengalungan kartu tamu. Selanjutnya  rombongan yang terdiri dari beberapa komponen Profesi menuju Aula RSUD untuk mendengarkan laporan pelaksanaan dari Ketua Pokja GRSSIB dr. I Gde Sudiartha, M.Biomed,SPOG.

Dalam kesempatan itu, dalam laporan yang disampaikan Ketua Pokja GRSSI-B memaparkan profil dari RSUD Klungkung  dalam perjalanan  waktu RSUD Klungkung yang sekarang ini sudah menjadi RSUD Kelas B dan juga menyampaikan tentang program kerja dari GRSSIB yang sudah dilakukan diantaranya dengan pelaksanaan pelatihan,penyuluhan, pembahasan SPO dan melakukan kunjungan rumah bagi pasien resiko tinggi yang sudah pulang dari Rumah Sakit. Dan ketua pokja juga menyampaikan bahwa Rumah Sakit juga melakukan kelas Bumil yang dilaksanakan setiap hari jumat.
Sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan bahwa, kegiatan GRSSIB yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2001  dan di tahun 2015 baru bisa mencapai nomor 3 dalam penilaian lomba GRSSIB se Bali. Tujuan dari pelaksanaan GRSSIB ini adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, dimana angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator sukses pembangunan kesehatan yang tertuang dalam RPJMN 2015– 2019 dan tujuan pembanguan berkelanjutan yang dikenal dengan " sustainable development goals" yang menekankan pada layanan mutu dan pelayanan kesehatan ibu dan bayi . Dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Tim Penilai GRSSIB yang dipimpin oleh  dr. Made Laksmi, mengatakan bahwa lomba ini jangan dipakai untuk mengejar juara semata, tetapi lomba ini dilaksanakan untuk memotret kinerja, bagaimana pelayanan baik dan sesuai dengan   status " Akreditasi paripurna “ . Janganlah  RSUD yang sudah mendapat status paripurna namun pelayanannya masih dasar,  ini yg perlu dicermati, terang dr. Laksmi.  Dan pada kesempatan ini juga dr. Laksmi kepada Pemda melalui bapak Sekda menitipkan bahwasannya begitu rombongan masuk ke Ruang tubggu RSUD dimana melihat pasien yang sangat berjubel, ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD mulai meningkat sehingga perlu optimalisasi sarana dan fasilitas RS  Penilaian ini dilakukan tidak hanya pada RSUD Pemerintah namun juga ke Rumah Sakit Swasta yang ada di Bali, karena berkontribusi juga untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Yang menjadi kriteria penilaian lomba GRSSIB ini adalah bagaimana manajemen pelayanan kesehatan ibu dan anak dimana yang paling ingin dilihat bagaimana sistem rujukan terkait dengan kecepatan dari tim Ponek yang ada di RSUD Klungkung untuk menangani pasien. Dan selanjutnya Tim Penilai GRSSI-B melakukan penilaian langsung ke unit - unit Pelayanan yang terkait.

Salam Geni Astu.

 

Statistik Pengunjung

Jejak Pendapat

Kontak Kami